Rupiah
Topik Populer
Berita Utama
-
bank indonesia TNI AL dan BI Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Pastikan Uang Layak Edar di Wilayah 3T Kalimantan Selatan
-
berita update Bank Indonesia Tiba-tiba Naikkan Suku Bunga Acuan, Pengamat: Langkah Tepat untuk Selamatkan Rupiah
-
-
berita update Impor Susah dan Kurs Rupiah Lemah, Harga Baju dan Sepatu di Mal Berpotensi Naik Mulai Bulan Depan
-
-
berita update Membongkar Penyebab Rupiah Anjlok ke Level Rp18.129 per USD dan IHSG Terkoreksi Tajam ke 5.431
-
berita update Geram Masih Ada Oknum Paksa Bayar Pakai Dolar di Pelabuhan, Purbaya: Laporin ke Saya Nanti Saya Hajar Dia!
-
-
-
Berita Terbaru
Berita Populer
-
TAUD Soroti Pernyataan Hakim yang Nilai Andrie Yunus Rendahkan Wibawa Pengadilan
-
TAUD Soroti Vonis Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Dinilai Belum Penuhi Rasa Keadilan
-
Agar Tak Dapat Dipakai Lagi, Tumbler Bekas Air Keras Menyiram Andrie Yunus Dimusnahkan
-
Ini Pertimbangan Hakim Beri Vonis 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus 3 Tahun Penjara Hingga Dipecat dari TNI
-
4 Terdakwa Penyiram Air Keras Andrie Yunus Divonis Mulai dari 3 Tahun Penjara Hingga Dipecat dari TNI
Berita Utama Lainnya
Pertumbuhan ekonomi yang kuat biasanya menjadi sentimen positif bagi mata uang suatu negara. Namun kali ini, rupiah justru bergerak berlawanan arah.
Pelemahan rupiah kali ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Mulai dari memanasnya konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak dunia.
Namun pada pukul 10.20 WIB, kurs rupiah telah menembus Rp 17.510 per USD berdasarkan data wise.com.
Adapun rupiah pada perdagangan Jumat sore (8/5) ditutup melemah 49 poin ke level Rp 17.382 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 17.359 per dolar AS.
Perhatikan pergerakan nilai tukar rupiah di akhir sesi perdagangan hari ini, Jumat, 8 Mei 2026.
Sentimen positif pasar masih ditopang oleh meningkatnya optimisme terhadap peluang meredanya konflik di Timur Tengah.
Ibrahim menilai, pelemahan rupiah masih dipengaruhi gejolak geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran.
Bank Indonesia akan memperketat pembelian dolar AS di pasar domestik sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.
Investor global cenderung menghindari risiko nilai tukar yang tinggi, sehingga memilih mengalihkan dananya ke aset yang lebih stabil.
Tujuh strategi itu, yang pertama, Bank Indonesia terus memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.